Notification

×

Iklan

Iklan

iklan

Yang Harus Dihindari Saat Hamil Dalam Melakukan Kegiatan

Selasa, 07 Juni 2016 | 3:13 PM WIB Last Updated 2021-04-04T03:35:43Z
Tidak hanya soal asupan nutrisi, Ibu hamil juga perlu untuk dapat memilah mana saja kegiatan yang harus dihindari saat hamil dan dapat membahayakan kondisi Ibu maupun janin. Inilah 8 kegiatan yang harus dihindari saat hamil.
 Yang Harus Dihindari Saat Hamil Dalam Melakukan Kegiatan
Berdiri Terlalu Lama

Adakalanya Ibu tidak bisa menghindari untuk berdiri terlalu lama, entah karena tuntutan pekerjaan atau kondisi kendaraan umum yang penuh. Bila dilakukan dalam waktu yang wajar, aktivitas ini biasanya tidak akan terlalu mempengaruhi kondisi Ibu. Namun, bila dilakukan lama, lebih dari 30 menit, atau sampai membuat Ibu merasa pusing, sebaiknya carilah alternatif lain.

Terlalu lama dalam posisi berdiri bisa membuat aliran darah balik menuju jantung terganggu. Akibatnya, darah yang nantinya dipompakan dari jantung ke seluruh tubuh juga akan berkurang, termasuk aliran darah menuju ke janin. Artinya, dengan berkurangnya aliran darah ke janin, maka berkurang juga asupan oksigen dan nutrisi untuk janin. Untuk si Ibu sendiri, sering terganggunya aliran darah balik berpotensi membuatnya mengalami varises.

Mengangkat Beban Berat

Merasa kehamilan di trimester 2 belum terlalu besar, Ibu hamil sering merasa masih kuat untuk mengangkat beban berat. Entah itu kotak besar yang berisi dokumen-dokumen kantor atau ember berisi air. Walau tenaga Ibu masih kuat, namun aktivitas termasuk ke dalam kegiatan yang harus dihindari saat hamil karena bisa memberikan dampak kurang baik bagi kesehatan sendi dan panggul. Tanpa mengangkat beban berat pun, tubuh Ibu hamil sebenarnya sudah mengangkat beban janin. Nah, adanya penambahan berat dari luar, ditakutkan membuat Ibu hamil, mengalami nyeri panggul atau pun cedera sendi, terlebih bila mengangkat beban dalam posisi salah.

Posisi yang benar saat Ibu hamil mengangkat sesuatu ialah punggung tetap  dalam kondisi lurus. Kalau Ibu hamil salah posisi, seperti : mengambil barang berat dengan cara membungkuk, ditakutkan akan menimbulkan tekanan berlebih pada perut yang akhirnya berpotensi membuat air ketuban pecah. Selain itu, bila cara berjalan Ibu hamil juga salah, ditakutkan bisa menyebabkan cedera sendi atau keseleo, ini sudah pasti akan membuat Ibu tidak nyaman. Terlebih bila keseleo membuat Ibu hamil jatuh, tentu bisa membahayakan janin.

Bekerja Lembur

Sebenarnya tidak ada larangan bagi Ibu hamil untuk bekerja lembur bila memang dibutuhkan. Selama pekerjaan Ibu bukanlah pekerjaan fisik yang menguras banyak tenaga, lembur 1-2 kali dalam seminggu masih dianggap wajar selama Ibu  mendapatkan nutrisi yang cukup, cairan juga cukup, serta menyediakan waktu istirahat bagi diri sendiri, maka kesehatan Ibu bisa tetap terjaga. Bila Ibu sehat, janin pun akan kuat.

Yang perlu diwaspadai saat bekerja lembur adalah Ibu hamil menjadi kurang tidur. Bila kurang tidur, kaitannya lebih ke hormon. Hormon-hormon stress akan lebih mudah muncul, lalu menyebabkan pembuluh darah menyempit. Akhirnya, aliran darah yang membawa nutrisi dan oksigen menuju janin pun menjadi berkurang. Karena itu batasilah kerja lembur hanya maksimal 2 kali dalam seminggu, sebab jika lebih dari 2 kali dalam seminggu maka kerja lembur dapat dikategorikan sebagai kegiatan yang harus dihindari saat hamil.

Diet Karena Takut Gemuk

Siapa bilang Ibu hamil tidak boleh diet? Boleh-boleh saja kok. Namun, diet yang diterapkan memang harus sesuai dengan target penambahan berat badan selama kehamilan. Normalnya, pertambahan berat badan selama hamil ialah 12,5 kg bergantung pada berat badan Ibu selama hamil. Bila dokter menyatakan Ibu sudah cukup gemuk, artinya penambahan berat badan selama hamil biasanya dibatasi hingga 6-10 kg, sehingga Ibu perlu melakukan diet agar tidak kegemukan.

Selama dalam batasan wajar, diet sebenarnya tidak berpengaruh banyak pada janin. Janin itu ibarat parasit, akan mengambil makanan dari tubuh sang Ibu. Bila sang Ibu kurang makan, maka janin akan mengambil cadangan lemak Ibu-nya untuk bisa mencukupi kebutuhan nutrisinya. Kecuali bila Ibu hamil sudah masuk kategori kurang gizi, maka janin akan terkena dampaknya. Bila tidak ingin tubuh Ibu ataupun janin bertambah gemuk, kurangi gula dan perbanyak asupan protein.

Menyemprotkan Obat Antiserangga

Bila rumah bebas nyamuk dan serangga, Ibu dan keluarga tentu akan lebih nyaman, tidur pun jadi lebih nyenyak. Namun, kehadiran hama kecil tersebut kerap tidak bisa dihindari, sehingga menyediakan obat serangga bisa menjadi solusi. Namun, amankah penggunaan obat serangga di sekitar Ibu hamil?

Ibu hamil agar menghindari untuk mengolesi atau terpapar langsung obat serangga. Obat serangga bisa menyerap ke kulit dan masuk ke dalam aliran darah. Walau efek buruk pada janin belum diketahui, namun tak ada jaminan obat serangga aman untuk janin. Sebaiknya minta orang lain untuk menyemprotkan obat serangga, tunggu sampai ruangan tak berbau, barulah Ibu hamil masuk ke ruangan itu. Pilihan lain, pakailah masker dan sarung tangan bila harus menyemprot sendiri.

Naik Motor Di Jalan Buruk

Mengendarai sepeda motor di saat hamil bukanlah aktivitas yang dilarang. Selama Ibu menjaga batas kecepatan demi keselamatan, motor tentu akan menjadi salah satu alat transportasi yang memudahkan mobilitas. Bagaimana jika jalannya buruk? Dalam batas tertentu, mengendarai motor di jalan yang buruk masih terbilang aman bagi Ibu hamil. Hanya saja, ini yang ditakutkan, mengendarai motor di jalan buruk berpotensi jatuh.

Bila Ibu hamil jatuh dan perutnya mengalami benturan, ada risiko pecah ketuban atau lepasnya plasenta. Kondisi inilah yang akan mengancam keselamatan janin. Kalau hanya guncangan, tak akan berpengaruh banyak terhadap janin karena janin berada di tempat paling aman di muka bumi. Dilindungi oleh tulang punggung, otot rahim, juga berada di dalam air ketuban yang menjadi suspensinya terhadap guncangan.

Menyetir Lama

Ada beberapa hal yang sebaiknya Ibu hamil ketahui sebelum memutuskan menyetir  sendiri. Pasalnya, menyetir tidak hanya membutuhkan kosentrasi, tetapi juga mengharuskan kita untuk melakukan gerakan tertentu pada kaki yang sedikit banyak akan mempengaruhi otot-otot pada perut.

Nah, menyetir terlalu lama bisa memicu rangsangan kontraksi, sementara kontraksi bisa memicu terbukanya mulut rahim ataupun pecahnya ketuban, sehingga bayi bisa saja lahir sebelum waktunya. Menyetir juga membutuhkan kosentrasi penuh. Padahal, sejak awal kehamilan, kewaspadaan Ibu hamil mulai berkurang sebagai bagian dari proses kehamilan sehingga harus lebih hati-hati bila mengemudikan kendaraan.

Bermain Dengan Hewan Peliharaan

Bermain dengan hewan peliharaan memang memberi kesenangan sendiri. Namun, banyak yang menyarankan untuk menghindari hewan peliharaan demi kesehatan janin. Jadi, haruskah Ibu tak bersentuhan dengan hewan peliharaan kesayangan?

Ternyata tidak juga. Hanya saja, Ibu perlu memastikan kalau hewan tersebut tidak mencederai Ibu. Selama tidak ada potensi cedera, seperti menggigit, sebenarnya tidak apa-apa. Namun, semua hewan sebenarnya berpotensi menggigit dan ditakutkan akan menimbulkan infeksi. Itu saja yang perlu diwaspadai.

Selain itu, pastikan juga kebersihan terjaga, terutama hewan berbulu halus, seperti kucing dan anjing. Usai bermain dengan hewan, cuci tangan Ibu menggunakan sabun di bawah air yang mengalir.
×
Berita Terbaru Update
close